Tampilkan postingan dengan label Jokowi-Ma'ruf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jokowi-Ma'ruf. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 April 2019

Real Count KPU 10 Ribu TPS: Jokowi-Ma'ruf Unggul 56,4 Persen - CNN Indonesia




Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01

Joko Widodo-Ma'ruf Amin

 unggul sementara dari pasangan calon nomor urut 02

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

 di 

Pilpres 2019

 berdasarkan

real count

 yang dimuat dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (

KPU

).

Dilansir situs resmi pemilu2019.kpu.go.id Jumat (19/4) pukul 04.30 WIB, suara real count yang masuk baru mencapai 1,2 persen atau baru memuat 10.550 dari 813.350 total tempat pemungutan suara (TPS) yang dibuat oleh KPU.

Dari data yang terkumpul, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan 56,40 persen suara atau 1.132.596 suara. Sementara itu pasangan Prabowo-Sandi meraih 43,60 persen atau sebanyak 875.598 suara. Situng KPU telah mencatat suara masuk dari hampir seluruh provinsi, kecuali Maluku dan Maluku Utara.

Situng merupakan sistem penghitungan resmi KPU yang disiarkan secara online di laman pemilu2019.kpu.go.id. Penghitungan dilakukan menggunakan hasil pindai form C1 yang mencatat hasil pemungutan suara di setiap TPS.

Meski hasil di situs itu resmi, tetapi hasil akhir yang ditetapkan KPU berdasarkan rekapitulasi fisik berjenjang. KPU menggelar penghitungan suara mulai 17 April-22 Mei 2019.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menyampaikan saat ini Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sudah dibolehkan memulai rekapitulasi tingkat kecamatan. Kemudian akan dilanjut di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

"Sesuai tahapan kita dalam rekapitulasi nasional 25 April sampai 22 Mei, dan kita sudah pastikan tempatnya di KPU sini," ujar Pramono di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (18/4).

(ain/ain)






Read More

Jokowi-Ma'ruf Amin Menang Telak di 61 TPS di Boyolali - KOMPAS.com






BOYOLALI, KOMPAS.com - Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin memperoleh 86 persen suara pada Pemilu 2019 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Ketua TKD Boyolali S Paryanto mengatakan, perolehan suara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut telah melampaui target yang ditentukan. Awalnya, TKD menargetkan 80 persen suara untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.


Dia menambahkan, perolehan 86 persen suara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin itu tidak lepas dari peran serta elemen masyarakat, kelompok masyarakat dan sinergi bersama dengan relawan Jokowi.

"Faktanya terjadi di Boyolali Jokowi itu menang. Sementara dari hitungan kami sampai hari itu Jokowi 86 persen. Dan suara sah juga menjadi satu sejarah rekor lebih dari 80 persen. Artinya, masyarakat sangat antusias untuk memberikan dukungan kepada Jokowi," kata Paryanto yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Boyolali saat dihubungi via telepon, Kamis (18/4/2019).


Baca juga: Unik, Bobblehead Figure Jokowi dan Prabowo Buatan Seniman Boyolali

Perolehan 86 suara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Boyolali tersebut juga karena candaan " Tampang Boyolali" yang pernah dilontarkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Dia menyampaikan ada 61 TPS di delapan kecamatan di Boyolali yang masyarakatnya memberikan 100 persen suaranya kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada 17 April 2019.


Ada pun delapan kecamatan itu antara lain, Selo, Ampel, Musuk, Cempogo, Mojosongo, Andong, Kemusu, dan Wonosegoro.


Baca juga: Konvoi Kemenangan Jokowi-Maruf di Kupang Dibubarkan Polisi


Sementara pada Pemilu 2019 di Boyolali ada 3.189 TPS tersebar di 19 kecamatan dan 267 desa.


"Perolehan suara Jokowi-Ma'ruf Amin ini kerja keras kita bersama-sama sehingga mampu memenangkan Jokowi dengan jumlah suara yang signifikan," imbuhnya.


















Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:














Read More

Jokowi-Ma'ruf Menang Hitung Suara Pemilu 2019 di Prancis - CNN Indonesia




Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (

Jokowi

) dan

Ma'ruf Amin

, meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara 

Pemilu 2019

di Prancis.

Berdasarkan penghitungan Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Paris, Jokowi-Ma'ruf berhasil memperoleh 85 persen suara, sementara paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, hanya mampu mendapat 15 persen suara.


PPLN Paris mengatakan jumlah tersebut berasal dari hasil pemungutan suara di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan pos wilayah kerja Kedutaan Besar RI di Paris.

PPLN Paris menyebut total pemilih yang terdaftar pada pertengahan Desember 2018 lalu berjumlah 2.341 pemilih. Jumlah total pemilih pada pemilu kali ini, papar PPLN, mencapai 79 persen dari total pemilih yang terdaftar.

Selain di Paris, Jokowi-Ma'aruf juga mendominasi suara di wilayah pemilihan Marseille.


Menurut hasil hitung akhir PPLN Marseille, Jokowi-Ma'ruf menang dengan 372 suara (77,6 persen), sementara Prabowo-Sandi dengan 95 suara (19,8 persen).

Total suara yang masuk di PPLN tersebut ada 479 termasuk 12 surat suara yang tidak sah. (rds/ayp)






Read More

Jokowi-Ma'ruf Taklukkan Prabowo-Sandi di Berlin - CNN Indonesia




Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01,

Joko Widodo

 dan Ma'ruf Amin, meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara 

pemilihan umum

RI di 

Berlin

dan Hamburg, Jerman.

Berdasarkan penghitungan akhir Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Berlin, Jokowi-Ma'ruf mendapat 1.384 suara (76,34%) dari total 1.853 suara yang masuk. 


Sementara itu, paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, hanya mendapat 429 suara (23,66%) dan total surat suara tidak sah ada 40 buah.

Anggota PPLN Berlin, Ellizabeth, mengatakan total jumlah surat suara yang diterima panitia berjumlah 1.853, terdiri dari 1.257 suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan 596 melalui jasa pos.

"Untuk penghitungan pemilihan anggota legislatif, lima partai yang meraih surat terbanyak adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasdem, dan Gerindra," bunyi pernyataan PLLN Berlin yang diterima CNNIndonesia pada Selasa (18/4).


Ellizabeth mengatakan penghitungan suara dilakukan secara terbuka, di mana sejumlah warga Indonesia dan saksi turut menyaksikan proses penghitungan di aula Kedutaan Besar RI di Berlin.

Dia juga mengatakan PPLN Berlin menyiarkan langsung proses penghitungan di Facebook agar WNI di Berlin dan sekitarnya dapat menyaksikan proses penghitungan suara tanpa harus datang ke KBRI.

[Gambas:Video CNN]"Siaran langsung ini tampak cukup efektif. Tak hanya disaksikan oleh masyarakat yang ada di Berlin saja, masyarakat dari wilayah lain pun, termasuk di Indonesia, dapat memantau proses penghitungan ini," katanya.

"Dari beberapa kali postingan siaran langsung, tercatat total tayang sebanyak 48.415, komentar 1263, dibagikan 378, dan suka 954." (rds/has)






Read More

Rabu, 17 April 2019

Jokowi-Ma'ruf Unggul Sementara di Kuala Lumpur - ayobandung.com


Ilustrasi Pilpres 2019. (Attia)

KUALA LUMPUR, AYOBANDUNG.COM--Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk sementara unggul pada Pemilu 2019 berdasarkan metode Kotak Suara Keliling (KSK) Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (17/4/2019).

Hal tersebut, terungkap melalui aplikasi penghitungan suara atau situng Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang digunakan oleh PPLN Kuala Lumpur.

Aplikasi situng memasukkan data berdasarkan laporan dari Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) yang dituangkan dalam formulir Model C1.Plano-PPWP LN.

Petugas aplikasi memasukkan data di salah satu ruangan tempat penghitungan suara di Gedung Dewan Tun Razak PWTC Kuala Lumpur.

Berdasarkan input data di aplikasi tersebut hingga pukul 16.00 waktu setempat pasangan capres- cawapres nomer urut 01 tersebut memperoleh 8.810 surat suara, sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno meraih 6.357 suara.

Pemilih metode KSK di PPLN Kuala Lumpur sebanyak 27.236 untuk 159 KSK dan sebanyak 29.236 pemilih untuk 170 TPS.

Hingga pukul 18.05 waktu setempat proses penghitungan suara berjalan lancar dibawah penjagaan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dan petugas dari Mabes Polri.


Read More

Jokowi-Ma'ruf dan Ketum Parpol Pendukung Berkumpul di Djakarta Theater - KOMPAS.com






JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Kiai Haji Ma'ruf Amin berkumpul di Djakarta Theater Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).


Pengamatan Kompas.com, Jokowi yang mengenakan kemeja putih tiba di lokasi tersebut pukul 15.27 WIB.


Ia datang bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menggunakan kendaraan Toyota Alphard hitam berpelat B 2541 TOI.


Baca juga: Di Rutan Pondok Bambu Jokowi Unggul Satu Suara dari Prabowo


Beberapa saat kemudian, giliran Ma'ruf Amin yang tiba di lokasi.


Di dalam, sudah berkumpul sejumlah ketua umum partai politik pendukung Jokowi, antara lain Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo.


Belakangan, hadir pula Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh serta Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir.


Tampak hadir juga Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, Ketua Umum PPP serta Ketua Umum PSI Grace Natalie, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa.


Baca juga: Di TPS Amien Rais, Jokowi Menang Hampir 2 Kali Lipat dari Suara Prabowo


Informasi yang beredar di kalangan awak media, Jokowi-Ma'ruf beserta ketum parpol pendukung akan memberikan keterangan pers pada Rabu sore soal pelaksanaan Pemilu Serentak 2019.



















Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:














Read More

Senin, 15 April 2019

TKN Jokowi-Ma'ruf Laporkan Dugaan Kecurangan Pemilu di 7 Negara ke Bawaslu - KOMPAS.com


JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendatangi Badan Pengawas Pemilihan Umum RI, Jakarta, Senin (15/4/2019).


Kedatangan mereka untuk melaporkan sejumlah dugaan kecurangan pada penyelenggaraan pemilu di tujuh negara.


Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan datang ke Kantor Bawaslu RI di Jakarta dan langsung menuju Ruang Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu RI untuk menyampaikan laporan tersebut.


Penyampaian laporan itu diterima oleh tim Gakkumdu tanpa disertai Komisioner Bawaslu. Tim TKN baru keluar dari ruangan sekitar pukul 22.30 WIB.


Baca juga: [KLARIFIKASI] Liputan6.com Dicatut untuk Sebarkan Hoaks Pemilu Luar Negeri


"Kami mendatangi Bawaslu, tujuannya melaporkan adanya dugaan kecurangan pemilu di luar negeri yang terjadi dalam beberapa hari ini," kata Ade.


Informasi mengenai dugaan pelanggaran tersebut, kata dia, didapatkan TKN melalui media sosial, grup WhatsApp, dan pengaduan secara resmi melalui posko yang dibuka.


"Sebagian besar informasi kami dapatkan dari warga negara Indonesia (WNI) yang ada di luar negeri. Berbagai macam bentuk kecurangan atau pelanggarannya, terutama di Sydney yang menonjol," kata dia.


Di Australia, Irfan menyebutkanm dugaan pelanggaran tidak hanya terjadi di Sydney, melainkan juga di Brisbane. Sebagian besar WNI yang telah terdaftar hak pilihnya seolah-olah dibatasi.


"Seolah-olah dibatasi penyelenggara pemilu di sana karena waktu, keterbatasan waktu. Padahal, mereka sudah antre begitu lama," kata dia.


Baca juga: Pemilu 2019 di Luar Negeri, Antusiasme WNI hingga Sejumlah Kekisruhan


Dugaan pelanggaran juga ditemukan di Hongkong, yakni di Distrik Wan Chai dan Yuen Long dengan indikasi pelanggaran yang hampir sama dengan di Australia.


"Sebenarnya, kami temukan banyak. Ada di Belanda, Jerman, Selandia Baru. Bangladesh juga. Ada 6-7 negara. Namun, sementara paling dominan di Sydney, Australia," ujar Ade.


Ia meminta Bawaslu untuk segera melakukan penanganan terhadap dugaan kecurangan tersebut dan memastikan penyebabnya adalah unsur kesengajaan, keterbatasan penyelenggara, atau faktor lainnya.


"Kami hadir ke Bawaslu agar sebagai penyelenggara segera kroscek dan investigasi masalah ini. Apakah ada unsur kesengajaan, keterbatasan penyelenggara pemilu, atau bagaimana. Kita berikan kepercayaan kepada penyelenggara pemilu," papar Ade Irfan.



KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo


Infografik: Pastikan Nama Kita Bisa Memilih Di Pemilu 2019






Read More